Tak terasa liburan akhir tahun sudah dekat, walaupun jatah cuti kali ini tidak sebanyak tahun kemarin. Namun, kesempatan liburan jelas tidak boleh disia - siakan. Salah satu kegiatan yang dapat dimanfaatkan pada saat liburan adalah berpergian. Tak jarang, berpergian saat liburan juga dilakukan dengan jarak yang jauh. Namanya perjalanan jauh, pastinya tentu perlu persiapan yang matang. Tak hanya bawaan pribadi seperti koper, alat mandi, dan baju. Tapi juga kendaraan perlu juga persiapan, agar tetap optimal pada saat perjalanan berangkat dan pulang. Apalagi kalo pas liburan, pasti akan menemui titik kemacetan yang tak diduga. Maka dari itu, berikut persiapan yang bisa dilakukan sebelum melaksanakan perjalanan jauh pada saat liburan.
- Menyetel Ketinggian Lampu

Ketika kendaraan diisi oleh penumpang dan juga barang bawaan. Pastinya, posisi mobil akan lebih berat dibelakang karena posisi tersebut merupakan letak bagasi dari mobil (kecuali kalian pergi jauh naik VW Kodok atau Porsche 911). Hal ini merupakan lumrah untuk dialami, dan sebenranya bukan menjadi masalah. Akan tetapi, hal ini akan menyebabkan masalah pada sorotan lampu pada mobil ketika malam hari.
Pada saat posisi mobil agak mendongak keatas, karena muatan di dalam mobil. Maka, sinar lampu pun juga mengarah keatas. Pengecualian bagi mobil yang sudah ada teknologi auto/self leveling headlight. Sorotan lampu untuk mobil yang mendongak, akan tertuju kepada tepat di kabin mobil yang melaju berlawanan arah. Ataupun juga akan mengenai spion bagian dalam mobil yang ada di depan. Posisi tersebut akan mengakibatkan silau mata bagi pengendara lain. Untuk menghindari kondisi tersebut, maka perlu untuk menyetel ketinggian sinar lampu. Hal ini lebih tepat dilakukan manakala barang - barang sudah berada di dalam bagasi. Caranya cukup mudah, siapkan obeng minus atau obeng plus sesuai dengan kebutuhan. Lalu, putar pelat bergigi yang ada di batok lampu menggunakan obeng. Penyetelan ini digunakan untuk mengatur reflector lampu, bukan posisi lampu. Apabila kalian masih kebingungan, bisa mencari refrensi lain di buku panduan ataupun video tutorial di youtube.
Saat kondisi beban kendaraan penuh. Maka komponen yang berkerja keras pada kondisi ini adalah suspensi. Ia berkerja di ambang batas rendamanya karena menanggung beban kendaraan dan juga beban bawaan. Sering kita lihat, mobil dengan bawaan sangat banyaak. Sehingga, suspensi menjadi "mengayun". Gak hanya pas lewat jalan bergelombang, tapi juga pas saat jalan rata atau mulus. Perlu dipahami, kondisi ini sangat berbahaya. Karena ini dapat menjadikan pengemudi tidak bisa memprediksi arah dari bagian belakang. Sehingga kestabilan dalam berkendara dapat pula terganggu. Salah satu solusi dalam menghadapi masalah ini adalah jangan berkendara dengan kecepatan tinggi. Jika berkendara dengan kecepatan tinggi, maka ayunan suspensi akan menjadi lebih sering terjadi. Maka dari itu, perlu untuk menjaga kecepatan ketika di jalan.
Ketika pergi pejalanan liburan, barang bawaan yang dibawa pasti akan banyak pula. Tak hanya barang bawaan, tapi juga penumpang yang dibawa pun juga banyak. Sehingga, didalam mobil terasa seperti berdesak - desakan antara barang dan penumpang. Otomatis, kondisi ini dapat menambah bobot kendaraan. Perlu diingat, bawaan yang banyak di mobil lantas mempengaruhi cara berkendara pula. Salah satu cara berkendara yang perlu diwaspadai adalah cara pengereman. Beban yang banyak, maka akan menimbulkan daya dorong yang besar pula daripada mobil dengan muatan yang kosong. Untuk itu, titik pengereman perlu diantisipasi dengan memundurkan titik pengereman. Ini dilakukan sebagai antisipasi supaya tidak terjadi laka lalu lintas. Selain itu, jangan melakukan pengereman secara mendadak saat mendekati objek di depan. Hal ini disebabkan oleh gaya dorong kendaraan yang tidak bisa menghentikan kendaraan dalam waktu sekejap.
Sekian, terima kasih 😉
Komentar