Pertalite akan dihapus, menyengsarakan rakyat ? Langsung ke konten utama

Unggulan

Sensasi motor 2 tak tidak pernah hilang walaupun sudah tidak dijual baru lagi

       Motor 2 tak jika dibandingkan dengan teknologi mesin motor jaman sekarang memang berbeda jauh. Dengan mesin 2 langkah yang menghasilkan asap dari knalpot serta suara mesin yang berbunyi nyaring menjadi salah satu ciri khas dari motor 2 tak. Indonesia menjadi wilayah yang banyak memiliki varian motor 2 tak. Hal ini sebanding dengan pecinta motor 2 tak yang banyak juga ditemui di kalangan masyarakat Indonesia. Tapi, apakah itu mesin 2 tak ?     Pertama, perlu dipahami bahwa kinerja mesin 2 tak berbeda dengan mesin 4 tak walaupun sama - sama masih menggunakan komponen piston dan kruk as sebagai komponen dalam mesinnya. Hanya saja prinsip pembakarannya saja yang berbeda. Untuk istilah "tak" sendiri mengarah kepada jumlah dari langkah mesin kendaraan pembakaran internal. Ini berarti bahwa mesin 2 tak memiliki proses pembakaran sebanyak 2 langkah. Begitu pun juga dengan sebaliknya.      Prinsip kerja mesin 2 tak diawali dengan langkah hisap ...

Pertalite akan dihapus, menyengsarakan rakyat ?

     


    Pada awal tahun ini, kita dikejutkan dengan adanya penghapusan jenis BBM pertalite dari SPBU Pertamina di Indonesia. Hal ini mengundang perdebatan di masyarakat, khususnya di sosial media. Mengenai hal tersebut, banyak masyarakat yang menentang terkait dengan kebijakan penghapusan pertalite. Adapun pengganti dari jenis BBM pertalite akan diganti dengan BBM Pertamax Green 92. Dilansir dari laman berita kompas.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyatakan bahwa pihak pertamina tidak masalah mengenai pergantian pertalite jika direalisasikan. Asalkan pertamina mampu untuk menghasilkan produk pengganti pertalite tanpa adanya beban tambahan. Perlu diketahui bahwa Pertamax Green 92 adalah jenis BBM yang memiliki perpaduan antara Pertalite dengan bioetanol (bersumber dari bahan nabati seperti sari - sari tumbuhan dengan kadar tertentu) dengan kandungan sebesar 7%. Dengan demikian, jenis BBM baru ini dapat menjadi pengganti lebih baik daripada pertalite ? Lalu apa opini penulis mengenai hal ini ? 

    Pertalite menjadi subsidi yang bisa memudahkan masyarakat dalam mendapat BBM. Adapun BBM di tempat SPBU swasta dengan harga yang juga bersaing. Namun, di beberapa daerah yang notabene bukan perkotaan cukup kewalahan untuk mencari SPBU swasta daripada SPBU pertamina. Sedangkan, SPBU pertamina melimpah ruah di daerah luar perkotaan bahkan dalam bentuk yang kecil seperti pertashop yang dapat menjangkau daerah - daerah yang jauh dari perkotaan. Walaupun di pertashop sendiri terkadang malah menyediakan jenis BBM pertamax daripada pertalite. Kondisi, menjadikan masyarakat terkadang memilih mengisi bensin di penjual eceran ataupun mengisi di SPBU swasta itupun kalau tersedia di wilayah tersebut. 

    Kembali lagi kepada penghapusan pertalite, ada beberapa pihak yang dirugikan dengan adanya kebijakan ini. Namun, juga ada pihak yang diuntungkan pula. Seperti, penggunaan subsidi dapat dikendalikan lagi dari awal sehingga bisa tepat sasaran. Seperti kita tahu bahwa masih ada subsidi BBM pertalite yang masih tidak tepat sasaran. Ini menjadikan masyarakat yang tidak mampu tidak dapat menikmati subsidi ini. Di sisi lain, jika pengganti pertalite tidak memiliki rentang harga yang murah dan tidak sesuai dengan harga subsidi sebelumnya (mengalami kenaikan harga). Ini menjadikan rakyat terkena imbas yang cukup signifikan. Terlebih, dengan adanya perubahan harga BBM maka harga kebutuhan yang lain juga ikut naik. Maka dari itu, adanya penambahan jenis BBM baru bisa menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Adapun, diperlukan peninjauan kembali di masyarakat mengenai usulan mengenai pertamax green 92. Supaya program tersebut kedepannya tidak menambah beban kepada masyarakat dengan kelas ekonomi kelas bawah dan kelas menengah. 

Sekian, terima kasih 😉





Komentar