Porsche 356, Batu patokan porsche untuk mengguncang dunia Langsung ke konten utama

Unggulan

Sensasi motor 2 tak tidak pernah hilang walaupun sudah tidak dijual baru lagi

       Motor 2 tak jika dibandingkan dengan teknologi mesin motor jaman sekarang memang berbeda jauh. Dengan mesin 2 langkah yang menghasilkan asap dari knalpot serta suara mesin yang berbunyi nyaring menjadi salah satu ciri khas dari motor 2 tak. Indonesia menjadi wilayah yang banyak memiliki varian motor 2 tak. Hal ini sebanding dengan pecinta motor 2 tak yang banyak juga ditemui di kalangan masyarakat Indonesia. Tapi, apakah itu mesin 2 tak ?     Pertama, perlu dipahami bahwa kinerja mesin 2 tak berbeda dengan mesin 4 tak walaupun sama - sama masih menggunakan komponen piston dan kruk as sebagai komponen dalam mesinnya. Hanya saja prinsip pembakarannya saja yang berbeda. Untuk istilah "tak" sendiri mengarah kepada jumlah dari langkah mesin kendaraan pembakaran internal. Ini berarti bahwa mesin 2 tak memiliki proses pembakaran sebanyak 2 langkah. Begitu pun juga dengan sebaliknya.      Prinsip kerja mesin 2 tak diawali dengan langkah hisap ...

Porsche 356, Batu patokan porsche untuk mengguncang dunia

 


    Salah satu pabrikan mobil sport yang berasal dari kota sttutgart adalah porsche. Everybody knew porsche, everybody want porsche. Dengan produk terkenalnya yakni porsche 911 yang menjadi salah satu mobil sport terbaik yang dikenal dunia. Tapi kali ini, kita akan membahas bukan tentang porsche 911. Tetapi akan membahas mengenai nenek moyang dari porsche 911 yakni porsche 356. 

    Rilis pertama kali pada tahun 1948, porsche 356 pertama kali dibuat di daerah negara austria. Dalam bentuk konfigurasi sebuah roadster. Model roadster sendiri merupakan model dengan atap terbuka dan memiliki dua pintu saja. Namun, pada tahun 1947 desain dari porsche 356 sudah dibuat lebih dulu oleh Ferry Porsche. Dengan menggunakan kode huruf alphabet sebagai penamaan kode dari porsche 356 berdasarkan tahun pembuatanya. Seperti model 356A, 356B, 356C. Untuk pembuatan awal dari porsche 356 banyak menggunakan komponen dari vw karena alasan ekonomi. Hal ini cukup masuk akal, karena konstruksi mekanikal porsche 356 memiliki kesamaan dengan vw kodok terutama pada bagian mesin. 


    Mesin yang mentenagai porsche 356 yakni 1.100cc dengan konfigurasi flat four boxer dengan menerapkan sistem pendingin udara. Konfigurasi mesin ini juga diterapkan pada vw kodok. Walaupun ada beberapa perbedaan yang menjadikan mesin porsche lebih bertenaga daripada versi vw. Sehingga, prosche 356 dapat mencapai kecepatan 135 Km/h dengan bobot mobil yang hanya 585 kilogram saja. Ini menjadikan identitas porsche 356 sebagai sports car tulen dari awal ia diciptakan. Pada tahun 1954, porsche 356 mendapatkan pembaharuan mesin. Yakni dengan menerapkan sistem 4-cam racing engine yang diberi nama "carera". Mesin ini diciptakan untuk meningkatkan performa mesin dari yang sebelumnya. Dengan berjalannya waktu, mesin porsche 356 memiliki sedikit kesamaan dengan mesin vw yang menjadi basis awal dari 356 pada dekade 1950'an. 


    Mengenai peredaran porsche 356 pun dibedakan menjadi 4 model. Yakni pre 356 A, 356 A, 356 B, 356 C. Untuk porsche pre A 356 memili produksi yang sedikit. Yakni hanya 500 mobil saja yang diproduksi. Awal mula produksi dari model ini dibuat di austria dengan menggunakan bodi dari aluminum. Lalu, produksi berpindah ke jerman tepatnya di stuttgart. Hal ini juga mengubah komponen pembuatan bodi mobil yang menggunakan bahan semacam glasser. Pada masa ini pula, keseluruhan mobil masih dibuat secara handmade


   Pada akhir tahun 1955, ada banyak perubahan dari seri porsche 356 A. Yakni adanya ekspor dari porsche 356 ke amerika serikat. Namun ada hal unik disini. Ekspor awal dari porsche 356 diberi penanda dengan nama "Continental". Versi awal ini juga dikenal dengan generasi T1. Memasuki tahun 1957, porsche 356 diproduksi dengan kode T2. Produksi ini juga sudah menggunakan mesin versi "Carera" yang tersedia pertama kali pada versi 356 A. Model yang terkenal dari versi ini adalah "speedster" yangmana merupakan varian yang condong kearah mobil sport dengan mesin bertenaga dan beberapa kelengkapan lain seperti mobil balap. 


    Memasuki pertengahan 1962, diperkenalkan generasi porsche 356 B. Ada beberapa perubahan desain pada generasi ini. Seperti grill pada bagian belakang sekarang dibuat menjadi dua terpisah, penerapan tutup bensin yang ada di bagian fender depan sebelah kanan, dan penggunaan kaca belakang yang lebih besar pada model coupe. Adapun perubahan pada bagian mekanikal. Seperti penerapan rem cakram bagian depan dan peningkatan performa pada mesin. Sehingga, model dengan konfigurasi tersebut menggunakan kode nama yang berbeda dengan porsche 356 B biasa. Yakni mendapatkan kode SC. 


    Terakhir, pada tahun 1964 menjadi tahun akhir dari produksi porsche 356 dengan menggunakan kode 356 C. Berbeda dengan 356 B yang menggunakan rem cakram pada bagian depan saja. Untuk versi 356 C sudah menggunakan rem cakram bagian depan dan belakang. Sedangkan pada bagian mesin ada perubahan beberapa komponen, sehingga power mesin yang didapat ialah 95 HP. Penjualan versi 356 C ini mencapai 14,541 unit yangmana angka tersebut merupakan angka tertinggi penjualan pada tahun 1964. Hingga memasuki tahun 1965, porsche 356 C memiliki penjualan yang cukup impresif hingga memasuki generasi pengganti porsche 356 yakni porsche 911. 


Sekian, terima kasih 😉
    

Komentar